Rabu, 18 Mei 2011

Cintamu Bertabur Dusta

Keindahanmu silaukan penglihatanku
kata manismu indahkan pendengaranku
lama ku menemani hidupmu berteman dustamu

Semakin ku larut bersamamu semakin ku ingin meninggalkan dirimu
tapi hatiku membelengguku, merantai langkahku, menahanku tuk terus bersamamu
entah aku yang naif, lugu, atau kau tak memiliki hati hingga tak henti menaburkan kedustaan di hidupku

Canda, tawa, bahagia ini hanya keterpaksaan
tuk menyembunyikan ketidakadilan yang ku rasakan
air mataku pun kini tlah mengering tak dapat menetes

Sesungguhnya ku tak mampu
namun ku tak kuasa tuk pergi dari hidupmu
mungkin inilah suratan tangan sang khalik u/ku tabah menjalani meski menyakitkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar