Sabtu, 06 Agustus 2011

Hati Wanita

Mengertikah kau kaum adam
hati wanita bagaikan salju
putih bersih rentan noda
dingin menyejukkan hati, mendamaikan jiwa, menenangkan pikiran kalian kaum adam
lembut tak mampu tersakiti
lunak mudah hancur

Pahamilah kau kaum adam
bila melindungi mengapa menodai
bila mencintai mengapa mendustai
bila menyayangi mengapa menyakiti
menghancurkan mimpi-mimpinya, memusnahkan senyumnya, merenggut kebahagiaannya, meninggalkan luka u/nya

Wanita makhluk tuhan penuh cinta kasih
tercipta menemani kaum adam tuk merasakan indah dan nikmat dunia
bukan persinggahan sesaat kaum adam

Kesalahan yang Terulang

Tuk kesekian kali
ku terjebak dalam kesalahanku sendiri
terperosok dalam jurang rayuan kepalsuan yang terdengar merdu nan indah

Gelap !
Hanya ada suara-suara yang terus menyalahkanku
aku terpuruk, aku terpojok, aku tersesat, aku sendiri

Entah kemana cahaya yang menerangiku selama ini
entah kemana sahabat yang menemaniku selama ini
semua pergi, semua menghilang
seakan aku hina

Benar ini salahku
tapi seperti inikah ? !
Bagaimana aku berdiri tanpa cahaya itu
bagaimana aku bangkit tanpa sahabatku
haruskah ku terus berada dalam jurang menyesatkan ini

Aku tak mampu, aku tak kuat, aku tak setegar itu
Tolong aku ! ! !
Keluarkan aku dari jurang ini

Syair Maafku

Ramadhan
bulan suci, bulan penuh pengampunan
dimana kesucian haruslah terjaga
tak hanya kesucian ucap dan prilaku
begitupun kesucian hati

Jika hari lalu, kemarin sampai hari ini terlukis, membekas dan tak mampu terlupa kesalahan yang tersengaja atau tidak

Dihari ini ku lantunkan syair maaf dengan nada keikhlasan dan melodi ketulusan tuk menghapus segala kesalahan yang tlah ku ukir

Harapku keikhlasan dan ketulusan bersama pendengar syair maafku
* Bersama menyambut Ramadhan *

Cintaku, Cintamu, Cintanya

Dirimu, cintamu kini tlah termiliki
di dalam hatimu tertulis, terlukis dan takkan terlupa sesosok makhluk indah nan anggun ciptaan tuhan
meski kau tak mengucapkan siapa yang tlah menitipkan hatinya padamu
aku tau itu

Siapapun pemilik hatimu
tak menyurutkanku tuk milikimu
tiada alasan bagiku tuk menghapus rasa cinta ini
cintamu cintanya tak terbalut ikatan suci nan sakral
takdir kan masih berbicara lain

Cintaku, cintamu, cintanya takkan bersatu bersama
kan ada yang terluka, meneteskan air mata dan terpuruk
entah aku atau dirinya

Kau, Kau dan Kau

Cinta ini, rindu ini, sayang ini, diri ini
untukmu yang telah menyayangiku, mencintaiku, melindungiku, mengenalkanku pada dunia

Semua milikku takkan cukup
semua yang ku lakukan takkan mampu menggantikan yang kau, kau dan kau berikan untukku

Hanya ini
cinta tanpa ujung ku persembahkan tuk kau, kau dan kau
ini takkan berhenti mengalir, takkan pudar
kan terus ada hingga aku, kau, kau dan kau terlelap tuk selamanya

Selasa, 12 Juli 2011

Arjuna, Kau Peri Kecilku

Kau sirnakan sedihku, air mataku, lukaku, putus asaku o/senyummu
kau isi kekosongan hariku dengan ucapanmu, tingkah lakumu

Arjuna
kau sempurnakan hidupku
kau indahkan hari-hariku
kau terangi hati dan jiwaku
kau anugerah terindah ciptaan sang khalik

Namun kau bukan buah hatiku
meski begitu
kau telah menempati satu ruang di hatiku, menjadi belahan jiwaku
kaulah peri kecil dalam hidupku

Lukisan Isi Hatiku

Seindah mentari di senja hari
sesejuk embun di pagi hari
secerah pelangi di sisa hujan
seelok syair menyentuh hati
semerdu kicauan burung mewarnai hari
setulus hati membawa ikhlas
selembut kapas putih tanpa noda

Inilah
lukisan cinta kasihku
cerminan ungkapan isi hatiku
tuk pria yang tlah membuaiku
jauh ke awan berteman peri-peri kecil hingga ku tak mampu berpaling